1.1 SMS Bagian dari Gaya Hidup
Teknologi selular berkembang sangat cepat akhirakhir
ini. Beberapa tahun yang lalu, sebuah telepon
selular (ponsel) hadir dengan tampilan layar hitamputih
(monochrome), bunyi ringtone yang ala kadarnya,
bentuk yang cukup besar, dan fungsi yang cukup
standar. Bayangkan dengan keadaan sekarang. Ponsel
keluaran terbaru, biasanya sudah mempunyai layar
berwarna, lengkap dengan kamera Mega Pixel yang
terintegrasi, dan nada dering polyphonic yang lumayan
enak untuk didengar. Sekarang ini, kita dapat melihat
email via ponsel dengan memanfaatkan koneksi
GPRS, tak berhenti sampai di situ, kehadiran teknologi
3G memungkinkan kita melakukan video
streaming melalui ponsel kita.
Namun, dengan hadirnya teknologi yang sudah sangat
canggih tersebut, ada satu teknologi yang masih
digunakan dan tetap menjadi favorit dari dulu hingga
sekarang. Apa teknologi itu? Ya, teknologi itu yang
disebut dengan SMS. Bukan merupakan pemandangan
baru lagi, jika kita pergi ke suatu tempat, kita
melihat orang sedang menggenggam ponselnya
dengan satu tangan dan memencet tombol-tombol
menggunakan jempol tangannya tersebut dengan
sangat cekatan. Dengan mudah kita sudah bisa
menebak bahwa orang tersebut sedang ber-SMS ria.
Mungkin karena faktor biaya SMS yang lebih murah
daripada melakukan percakapan di ponsel sehingga
membuat kita lebih sering mengirim SMS daripada
menelepon. Apalagi, bagi yang sudah mempunyai
pasangan, mungkin sehari tak akan berkesan jika
belum mengirimkan SMS berisikan pesan ìkangenî
kepada pasangannya, kecuali kalau keadaan ponselnya
sedang kosong sisa pulsanya -.
1.2 Sejarah SMS
SMS merupakan fasilitas standar dari Global System
for Mobile Communication (GSM). Fasilitas ini dipakai
untuk mengirim dan menerima pesan dalam
bentuk teks ke dan dari sebuah ponsel. Untuk dapat
menggunakan fasilitas SMS, pengguna perlu melengkapi
ponselnya dengan fasilitas-fasilitas berikut:
- Menggunakan kartu SIM (Subscriber Identity
Module) dari penyedia layanan GSM yang mendukung
SMS.
- Menggunakan ponsel yang mendukung SMS.
Dapat dikatakan bahwa semua fasilitas tadi telah
menjadi standar sebuah ponsel.
SMS pertama kali diujicobakan Desember 1992
melalui sebuah komputer ke ponsel di jaringan GSM
Vodafone di Inggris. Selanjutnya teknologi SMS berkembang
dan jenis aplikasi yang dapat digunakan
bertambah. Panjang pesan yang dapat dikirimkan
dalam satu kali pengiriman mencapai 160 karakter
atau 70 karakter jika menggunakan karakter non-
Latin, seperti Arab atau Cina.
Saat ini semua pabrik ponsel tanpa terkecuali telah
mensyaratkan produknya untuk mampu menggunakan
fasilitas SMS.
1.3 Karakteristik SMS
Beberapa karakteristik SMS adalah:
- Sebuah pesan singkat terdiri atas 160 karakter
yang mencakup huruf atau angka. Juga dapat
mendukung pesan non-teks, seperti format
binary.
- Prinsip kerjanya adalah ìmenyimpanî dan
ìmenyampaikanî pesan (store and forward
message). Dengan kata lain, pesan tidak langsung
dikirimkan ke penerima melainkan disimpan terlebih
dahulu di SMS-Centre.
- Memiliki ciri-ciri dalam konfirmasi pengiriman
pesan, yaitu pesan yang dikirimkan tidak secara
sederhana dikirimkan dan dipercayai akan disampaikan
dengan selamat. Namun, pengirim
pesan dapat pula menerima pesan balik yang
memberitahukan apakah pesan telah terkirim atau
gagal.
1.4 SMS Centre (SMSC)
Sebuah SMSC bertanggung jawab untuk menangani
sebuah pesan SMS pada jaringan nirkabel (wireless).
Ketika sebuah SMS dikirim melalui telepon selular,
SMS tersebut pertama kali akan ditampung oleh
SMSC, kemudian akan diteruskan ke nomor tujuan.
Sistem ini lebih dikenal dengan sebutan Store and
Forward. Hal ini berarti pesan akan ditampung dalam
SMSC terlebih dahulu sebelum diteruskan ke nomor
tujuan. Apabila nomor tujuan sedang tidak aktif,
maka pesan akan tetap disimpan dalam SMSC sampai
masa aktif pesan tersebut habis. Terkadang sebuah
pesan SMS harus melewati beberapa jaringan yang
berbeda (SMSC maupun SMS Gateway) sebelum
sampai ke tujuan.
1.5 Manfaat Penggunaan SMS
Penggunaan SMS secara tidak langsung telah mendominasi
sebagian besar pengguna telepon selular di
dunia. Tentunya hal ini diiringi dengan adanya
manfaat maupun keunggulan dari SMS itu sendiri.
Pada dasarnya SMS mempunyai manfaat sebagai
berikut:
- Menerima dan mengirim pesan, baik itu pesan
standar, notifikasi, dan lain-lain.
- Mampu mengirimkan pesan ke banyak nomor
tujuan pada waktu yang sama.
- Memiliki tingkat kegagalan kirim yang sangat
kecil sehingga pesan kemungkinan besar akan
sampai pada tujuan.
- Merupakan sebuah mekanisme komunikasi yang
tergolong membutuhkan biaya sangat murah.
1.6 Protokol yang Digunakan SMS
SMS dikirim dan diterima melalui jaringan wireless.
Sudah tentu sebuah jaringan mempunyai protokol
yang akan digunakan sebagai penunjangnya.
Protokol yang sering dipakai oleh SMS adalah sebagai
berikut.
x HTTP ( Hypertext Transfer Protocol)
HTTP merupakan protokol yang paling sering
digunakan dalam internet saat ini. Tujuan utama
HTTP pada mulanya adalah untuk menyediakan
cara dalam menyajikan dan mengambil dari halaman
HTML. Saat ini, penggunaan HTTP tidak
terbatas dalam penyajian halaman HTML saja.
Pengembangan HTTP dikontrol oleh World Wide
Web Consortium (W3C) dan Internet Engineering
Task Force (IETF).
Versi HTTP yang biasa dipakai saat ini adalah
HTTP/1.1. Penjelasan tentang versi ini dapat
dilihat pada RFC 2616 yang dapat diakses melalui
alamat http://www.ietf.org/rfc/rfc2616.txt.
x SMPP (Short Message Peer-to-Peer Protocol)
SMPP merupakan sebuah protokol yang dirancang
khusus untuk menangani SMS. SMPP per
tama kali didesain oleh sebuah perusahaan kecil
Irlandia yang bernama Aldiscon, sebelum akhirnya
dibeli oleh Logica. Pada tahun 1999, secara
resmi pengembangan teknologi SMPP diambil
alih oleh SMPP Developers Forum, sebelum berganti
nama menjadi The SMS Forum.
Versi SMPP yang paling banyak digunakan adalah
versi 3.3 (versi dengan kemampuan standar) dan
versi 3.4, yaitu sebuah versi yang di dalamnya
ditambahkan kemampuan transceiver (kemampuan
dalam mengirim dan menerima pesan dalam
satu koneksi). Saat ini kemampuan SMPP terus
ditambah dan sekarang SMPP telah mencapai
versi 5.0.
1.7 Business Opportunity
Dibalik SMS
Penulis ingat ketika suatu hari sedang mampir ke
rumah teman satu kampus. Ketika sampai di rumahnya,
kebetulan teman saya tersebut sedang keluar
sebentar. Adiknya yang pada saat itu kelas 3 SMP dan
baru selesai mengikuti Ujian Akhir Nasional menemani
saya untuk ngobrol-ngobrol. Saya tanya kepada
dia, ìBagaimana hasil ujiannya dan keterima di SMA
mana?î Dia menjawab, ìWah, saya belum tahu tuh.
Nanti aku cek lewat SMS sajaî. ìWow, sekarang bisa
dicek lewat SMS yah?î, jawabku. Tak lama kemudian,
temanku datang. Ternyata dia baru saja membeli
voucher pulsa senilai Rp100.000.
Beli voucher sih hal yang biasa, tapi yang membuat
saya kaget, 2 hari yang lalu teman saya tersebut baru
membeli voucher senilai Rp50.000. Boros sekali pikir
ku, tetapi setelah saya mengetahui alasannya, baru
saya mengerti. Ternyata teman saya itu sedang penasaran
mengikuti sebuah kuis yang berhadiah utama
sebuah ponsel keluaran terbaru. Dan pemenangnya
diambil bukan dengan cara diundi, melainkan dari
poin SMS yang didapat apabila berhasil menjawab
kuis dengan benar.
Cerita singkat di atas menggambarkan bahwa SMS
memang sangat membantu dan dapat dijadikan
ladang bisnis yang subur. Hampir semua acara di
televisi menggunakan sarana SMS dalam masalah
pengambilan polling atau pengadaan sebuah kuis.
SMS Premium sebutannya. Tarifnya memang lebih
mahal daripada biaya pengiriman SMS biasa, tapi
dengan adanya hadiah yang menggiurkan, tidak
membuat masyarakat enggan untuk mengirim SMS
Premium tersebut.
Kalau dihitung, tarif SMS Premium untuk kuis ratarata
Rp2.000 per sekali kirim. Anggap saja, yang
mengikuti kuis hanya 1/10 dari penduduk Jakarta
yang berjumlah sekitar 10 juta orang. Berarti 1 juta
orang/SMS X Rp2.000 = Rp2.000.000.000 (dua milyar
rupiah). Pantas saja, penyedia kuis berani untuk menyediakan
hadiah sebuah mobil mewah yang harganya
sekitar Rp400.000.000. Keuntungan yang sangat
menggiurkan ini berdampak terhadap menjamurnya
kuis dan layanan menggunakan fasilitas SMS.
Lalu apakah sulit untuk membuat layanan SMS tersebut?
Jawabnya tidak. Memang, apabila ingin membuat
sebuah SMS Premium yang mempunyai tarif
berbeda, kita harus bekerja sama dengan penyedia
layanan selular (Operator/Provider). Akan tetapi, jika
hanya membuat aplikasi SMS interaktif yang mempunyai
fungsionalitas sama dengan SMS Premium,
yang dibutuhkan hanyalah sebuah komputer yang
terkoneksi dengan ponsel melalui kabel data ditambah
kemampuan programming yang tidak terlalu sulit.
Teknologi selular berkembang sangat cepat akhirakhir
ini. Beberapa tahun yang lalu, sebuah telepon
selular (ponsel) hadir dengan tampilan layar hitamputih
(monochrome), bunyi ringtone yang ala kadarnya,
bentuk yang cukup besar, dan fungsi yang cukup
standar. Bayangkan dengan keadaan sekarang. Ponsel
keluaran terbaru, biasanya sudah mempunyai layar
berwarna, lengkap dengan kamera Mega Pixel yang
terintegrasi, dan nada dering polyphonic yang lumayan
enak untuk didengar. Sekarang ini, kita dapat melihat
email via ponsel dengan memanfaatkan koneksi
GPRS, tak berhenti sampai di situ, kehadiran teknologi
3G memungkinkan kita melakukan video
streaming melalui ponsel kita.
Namun, dengan hadirnya teknologi yang sudah sangat
canggih tersebut, ada satu teknologi yang masih
digunakan dan tetap menjadi favorit dari dulu hingga
sekarang. Apa teknologi itu? Ya, teknologi itu yang
disebut dengan SMS. Bukan merupakan pemandangan
baru lagi, jika kita pergi ke suatu tempat, kita
melihat orang sedang menggenggam ponselnya
dengan satu tangan dan memencet tombol-tombol
menggunakan jempol tangannya tersebut dengan
sangat cekatan. Dengan mudah kita sudah bisa
menebak bahwa orang tersebut sedang ber-SMS ria.
Mungkin karena faktor biaya SMS yang lebih murah
daripada melakukan percakapan di ponsel sehingga
membuat kita lebih sering mengirim SMS daripada
menelepon. Apalagi, bagi yang sudah mempunyai
pasangan, mungkin sehari tak akan berkesan jika
belum mengirimkan SMS berisikan pesan ìkangenî
kepada pasangannya, kecuali kalau keadaan ponselnya
sedang kosong sisa pulsanya -.
1.2 Sejarah SMS
SMS merupakan fasilitas standar dari Global System
for Mobile Communication (GSM). Fasilitas ini dipakai
untuk mengirim dan menerima pesan dalam
bentuk teks ke dan dari sebuah ponsel. Untuk dapat
menggunakan fasilitas SMS, pengguna perlu melengkapi
ponselnya dengan fasilitas-fasilitas berikut:
- Menggunakan kartu SIM (Subscriber Identity
Module) dari penyedia layanan GSM yang mendukung
SMS.
- Menggunakan ponsel yang mendukung SMS.
Dapat dikatakan bahwa semua fasilitas tadi telah
menjadi standar sebuah ponsel.
SMS pertama kali diujicobakan Desember 1992
melalui sebuah komputer ke ponsel di jaringan GSM
Vodafone di Inggris. Selanjutnya teknologi SMS berkembang
dan jenis aplikasi yang dapat digunakan
bertambah. Panjang pesan yang dapat dikirimkan
dalam satu kali pengiriman mencapai 160 karakter
atau 70 karakter jika menggunakan karakter non-
Latin, seperti Arab atau Cina.
Saat ini semua pabrik ponsel tanpa terkecuali telah
mensyaratkan produknya untuk mampu menggunakan
fasilitas SMS.
1.3 Karakteristik SMS
Beberapa karakteristik SMS adalah:
- Sebuah pesan singkat terdiri atas 160 karakter
yang mencakup huruf atau angka. Juga dapat
mendukung pesan non-teks, seperti format
binary.
- Prinsip kerjanya adalah ìmenyimpanî dan
ìmenyampaikanî pesan (store and forward
message). Dengan kata lain, pesan tidak langsung
dikirimkan ke penerima melainkan disimpan terlebih
dahulu di SMS-Centre.
- Memiliki ciri-ciri dalam konfirmasi pengiriman
pesan, yaitu pesan yang dikirimkan tidak secara
sederhana dikirimkan dan dipercayai akan disampaikan
dengan selamat. Namun, pengirim
pesan dapat pula menerima pesan balik yang
memberitahukan apakah pesan telah terkirim atau
gagal.
1.4 SMS Centre (SMSC)
Sebuah SMSC bertanggung jawab untuk menangani
sebuah pesan SMS pada jaringan nirkabel (wireless).
Ketika sebuah SMS dikirim melalui telepon selular,
SMS tersebut pertama kali akan ditampung oleh
SMSC, kemudian akan diteruskan ke nomor tujuan.
Sistem ini lebih dikenal dengan sebutan Store and
Forward. Hal ini berarti pesan akan ditampung dalam
SMSC terlebih dahulu sebelum diteruskan ke nomor
tujuan. Apabila nomor tujuan sedang tidak aktif,
maka pesan akan tetap disimpan dalam SMSC sampai
masa aktif pesan tersebut habis. Terkadang sebuah
pesan SMS harus melewati beberapa jaringan yang
berbeda (SMSC maupun SMS Gateway) sebelum
sampai ke tujuan.
1.5 Manfaat Penggunaan SMS
Penggunaan SMS secara tidak langsung telah mendominasi
sebagian besar pengguna telepon selular di
dunia. Tentunya hal ini diiringi dengan adanya
manfaat maupun keunggulan dari SMS itu sendiri.
Pada dasarnya SMS mempunyai manfaat sebagai
berikut:
- Menerima dan mengirim pesan, baik itu pesan
standar, notifikasi, dan lain-lain.
- Mampu mengirimkan pesan ke banyak nomor
tujuan pada waktu yang sama.
- Memiliki tingkat kegagalan kirim yang sangat
kecil sehingga pesan kemungkinan besar akan
sampai pada tujuan.
- Merupakan sebuah mekanisme komunikasi yang
tergolong membutuhkan biaya sangat murah.
1.6 Protokol yang Digunakan SMS
SMS dikirim dan diterima melalui jaringan wireless.
Sudah tentu sebuah jaringan mempunyai protokol
yang akan digunakan sebagai penunjangnya.
Protokol yang sering dipakai oleh SMS adalah sebagai
berikut.
x HTTP ( Hypertext Transfer Protocol)
HTTP merupakan protokol yang paling sering
digunakan dalam internet saat ini. Tujuan utama
HTTP pada mulanya adalah untuk menyediakan
cara dalam menyajikan dan mengambil dari halaman
HTML. Saat ini, penggunaan HTTP tidak
terbatas dalam penyajian halaman HTML saja.
Pengembangan HTTP dikontrol oleh World Wide
Web Consortium (W3C) dan Internet Engineering
Task Force (IETF).
Versi HTTP yang biasa dipakai saat ini adalah
HTTP/1.1. Penjelasan tentang versi ini dapat
dilihat pada RFC 2616 yang dapat diakses melalui
alamat http://www.ietf.org/rfc/rfc2616.txt.
x SMPP (Short Message Peer-to-Peer Protocol)
SMPP merupakan sebuah protokol yang dirancang
khusus untuk menangani SMS. SMPP per
tama kali didesain oleh sebuah perusahaan kecil
Irlandia yang bernama Aldiscon, sebelum akhirnya
dibeli oleh Logica. Pada tahun 1999, secara
resmi pengembangan teknologi SMPP diambil
alih oleh SMPP Developers Forum, sebelum berganti
nama menjadi The SMS Forum.
Versi SMPP yang paling banyak digunakan adalah
versi 3.3 (versi dengan kemampuan standar) dan
versi 3.4, yaitu sebuah versi yang di dalamnya
ditambahkan kemampuan transceiver (kemampuan
dalam mengirim dan menerima pesan dalam
satu koneksi). Saat ini kemampuan SMPP terus
ditambah dan sekarang SMPP telah mencapai
versi 5.0.
1.7 Business Opportunity
Dibalik SMS
Penulis ingat ketika suatu hari sedang mampir ke
rumah teman satu kampus. Ketika sampai di rumahnya,
kebetulan teman saya tersebut sedang keluar
sebentar. Adiknya yang pada saat itu kelas 3 SMP dan
baru selesai mengikuti Ujian Akhir Nasional menemani
saya untuk ngobrol-ngobrol. Saya tanya kepada
dia, ìBagaimana hasil ujiannya dan keterima di SMA
mana?î Dia menjawab, ìWah, saya belum tahu tuh.
Nanti aku cek lewat SMS sajaî. ìWow, sekarang bisa
dicek lewat SMS yah?î, jawabku. Tak lama kemudian,
temanku datang. Ternyata dia baru saja membeli
voucher pulsa senilai Rp100.000.
Beli voucher sih hal yang biasa, tapi yang membuat
saya kaget, 2 hari yang lalu teman saya tersebut baru
membeli voucher senilai Rp50.000. Boros sekali pikir
ku, tetapi setelah saya mengetahui alasannya, baru
saya mengerti. Ternyata teman saya itu sedang penasaran
mengikuti sebuah kuis yang berhadiah utama
sebuah ponsel keluaran terbaru. Dan pemenangnya
diambil bukan dengan cara diundi, melainkan dari
poin SMS yang didapat apabila berhasil menjawab
kuis dengan benar.
Cerita singkat di atas menggambarkan bahwa SMS
memang sangat membantu dan dapat dijadikan
ladang bisnis yang subur. Hampir semua acara di
televisi menggunakan sarana SMS dalam masalah
pengambilan polling atau pengadaan sebuah kuis.
SMS Premium sebutannya. Tarifnya memang lebih
mahal daripada biaya pengiriman SMS biasa, tapi
dengan adanya hadiah yang menggiurkan, tidak
membuat masyarakat enggan untuk mengirim SMS
Premium tersebut.
Kalau dihitung, tarif SMS Premium untuk kuis ratarata
Rp2.000 per sekali kirim. Anggap saja, yang
mengikuti kuis hanya 1/10 dari penduduk Jakarta
yang berjumlah sekitar 10 juta orang. Berarti 1 juta
orang/SMS X Rp2.000 = Rp2.000.000.000 (dua milyar
rupiah). Pantas saja, penyedia kuis berani untuk menyediakan
hadiah sebuah mobil mewah yang harganya
sekitar Rp400.000.000. Keuntungan yang sangat
menggiurkan ini berdampak terhadap menjamurnya
kuis dan layanan menggunakan fasilitas SMS.
Lalu apakah sulit untuk membuat layanan SMS tersebut?
Jawabnya tidak. Memang, apabila ingin membuat
sebuah SMS Premium yang mempunyai tarif
berbeda, kita harus bekerja sama dengan penyedia
layanan selular (Operator/Provider). Akan tetapi, jika
hanya membuat aplikasi SMS interaktif yang mempunyai
fungsionalitas sama dengan SMS Premium,
yang dibutuhkan hanyalah sebuah komputer yang
terkoneksi dengan ponsel melalui kabel data ditambah
kemampuan programming yang tidak terlalu sulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar